{ChoChoiLee} Everything gonna be ok! right? ‘cuz you’re not alone ^^

DON’T LIKE?

DON’T SEE, READ OR OPEN^^

IF U WANNA REPOST

DONT FORGET FOR THE CREDIT!

NO BASHING, LET’S SHARING N RESPECT EACH OTHER ^^

sebelumnya KLIK ini ya biar lophly ga bingung ^^

KHAMSA ^^

HAPPY READING LOPHLY ^^

CCL series kali ini special buatan dr CCL_ririn sm CLL_nara. Harap maklum ya klo kurang menarik (yg satu kemaren deg2an ngu pengumuman dan yg satu stress ama gi2 LOL)

ini special qta bikin buat TANTE GALAU! *plak*

CCL_Haejin ^^

WE LOVE U *chu*

Ri rin berjalan keluar dari rumah sakit, setelah tadi dengan Babonya ‘nyasar’ di dalam rumah sakit untuk mencari poliklinik gigi *babo* . Sesuai janjinya pada Siwon kalau hari ini dia akan pergi berobat dan dia juga tidak tahan harus menanggung sakit untuk berlama-lama. Selesai dari dokter dan mengambil obat, Ri rin kembali mengirim BBM ke pada Nara dan Haejin. Tadi dia sudah bilang pada Haejin kalau selesai dari Rumah Sakit dia akan mengunjungi Haejin di Lokasi syutingnya. Ri rin juga berpikir, “kenapa tidak sekalian saja mengajak Nara untuk ikut dengannya?”

Dengan lincah tangannya menari diatas keypad ponselnya.

D’Precious Siput

Nara

PING

Nara mau ikut ga ketempat Haejin?

PING

Belum ada balasan

Naraaaa

Naraaaa

Ri rin berpindah masuk ke room chat yang memang khusus bertiga sering gunakan

Participants:

————-

❤ D’precious SiPut<3, CCL_LHJ<3, CCL_KNR<3

❤ D’precious SiPut<3: Nara mau ikt ga maen ke lokasi syuting haejin?

CCL_LHJ<3: Hihihi

❤ D’precious SiPut<3: Naraaa -___-

❤ D’precious SiPut<3: Laperrr lah ini mau makan zzz

❤ D’precious SiPut<3: Tapi susah ngunyah

CCL_LHJ<3: Pake gusi satunyaa

❤ D’precious SiPut<3: Zzzzz neleen susah teengorokan sakit zzz

CCL_LHJ<3: Minum kelapa ijo

CCL_LHJ<3: Toksinasi

CCL_KNR<3: Hah?

CCL_KNR<3: Mau deh, mau aja diajak kemana2 nara sih -_- asal gratis~

❤ D’precious SiPut<3: Oye

❤ D’precious SiPut<3: Mau dijemput dmn?

CCL_KNR<3: Aduh -__- mual, pagi2 udh minum coke float

CCL_KNR<3: Dijemput? Umma ke sekolah aja, qu lagi di kantin.

CCL_KNR<3: Ditraktir Dongho, tuh mumpung album 0330nya laku~

CCL_LHJ<3: (¬_¬)

Ri rin hanya tertawa kecil saja membaca percakapan mereka. Kemudian dia mengirim BBM pada kekasihnya, Choi Siwon.

D’precious SiPut : Hubby, apa kau mau cerita?

Hubby: Hah? Apa? Sudah berobatnya? Gimana?

D’precious SiPut : udah. Katanya 3 hari lagi balik lagi ke sini, buat di cek apa perlu langsung operasi kecil atau bagaimana.

Hubby : -_______- Hhhh…

D’precious SiPut : Wae?

Hubby : Nope..Pulang sana. Istirahat ya.

D’precious SiPut : Aku mau mampir ke lokas syuting Haejin dulu ^^

Hubby : Pulang deh. Lain harikan bisa ketemu Haejin.-___________-

D’precious SiPut: Hubby, gimana Ikan?

Hubby : Maksudnya?

D’precious SiPut : Ah ayolah. Kita memang tidak bisa berbuat banyak. Tapi saat seperti ini pasti sulit Hubby untuk mereka.

Hubby : Baby, tanpa aku ceritapun kau pasti tahu bagaimana dengan Hae skr. Haejin bagaimana?

D’Precious SiPut : Ya begitulah. Aku tidak banyak komentar deh. Entah apa yang terjadi aku tidak tahu. Tapi aku percaya pasti ada sesuatu yang salah disini. Hubby tak bercerita, Ikan tidak bercerita padaku. Aku bisa buat apa. Sekarang aku hanya bisa pasrah dan katakan pada ikan aku percaya padanya. Aku sayang ikan. Katakan padanya.

Hubby : Ne. Ya kita apapun yang terjadi sekarang kita harus mendukung mereka baby. Bukan aku ga mau cerita. Ya…tapi memang ini yang harus dilakukan.

D’Precious SiPut : Ne..

Hubby : Kau jaga Haejin. Pasti kau dan Nara bisa melakukannya. Aku dan yang lain disini menggurus Hae.

D’precious SiPut : Hubby jangan lupa makan ya ^^

Hubby : *chu*

***

Ditempat lainnya…

Haejin duduk sambil membaca skrip menanti gilirannya untuk Take.  Entah apa benar dia membaca skrip itu atau hanya usahanya saja untuk mengalihkan pikirannya. Tanpa sadar kebiasaanya untuk mengcek si putih melihat satu nama yang telah dihapusnya itu tetap tak bisa dihilangkan. Matanya melirik jari manisnya. Masih ada ya masih ada bekasnya, lingkaran putih akibat adanya benda yang selama 1 tahun ini tak perna lepas atau berpindah dari tempatnya. Tapi benda yang melingkari jemarinya itu sudah tak ada lagi. Butir itupun mengalir mulus turun membasahi pipinya. Buru-Buru ia menghapusnya sebelum ada yang melihat dan merusak make-up. Kembali ia berusaha memusatkan konsentrasinya.  Dibukanya kembali room chat di BB-nya.

Participants:

————-

❤ D’precious SiPut<3, CCL_LHJ<3, CCL_KNR<3

❤ D’precious SiPut<3: Lg dmn sm dongho?

CCL_LHJ<3: Iyaaa

❤ D’precious SiPut<3: Nara dmn -__- nanti aku dculik sopir taksi ne

CCL_LHJ<3: Wakakaka

Dibacanya dan membuatnya tersenyum tipis. Ada-ada saja dipikirnya Onnienya satu itu. Nara yang dipanggil-panggilpun belum membalas. Dengan cepatnya Haejin membalas chat mereka.

❤ D’precious SiPut<3: Nara saia mampir ke mall dulu deh ya

❤ D’precious SiPut<3: -___- sekiranya udh siap mao djemput blg ya *saaaah

Dia kembali tersenyum. Dibacanya balasan dari Ri rin. Langsung saja muncul satu ide di otaknya.

CCL_LHJ<3: Beliin starbucks yaaaaa

❤ D’precious SiPut<3: -___-

❤ D’precious SiPut<3: Ne

CCL_LHJ<3: Caramel frappucino sama lollipop kola

❤ D’precious SiPut<3: Lolipop cola o.Oa

CCL_LHJ<3: iya enak lhooo

CCL_LHJ<3: Di starbucks enakk

❤ D’precious SiPut<3: Lolipop cola permenkan?

CCL_LHJ<3: Iyaa

❤ D’precious SiPut<3: -___-

CCL_LHJ<3: Merk starbucks tapi

❤ D’precious SiPut<3: Ye ne

CCL_LHJ<3: Hahaha

❤ D’precious SiPut<3: Ada pesen lg? *liati*

CCL_LHJ<3: Haha

CCL_LHJ<3: Onn beli juga bwt onn

❤ D’precious SiPut<3: Ya klo gtu lo aja lgs anteer gw tdr drumah sakit -____-

Haejin geleng-geleng kepala saja dan sedikit prihatin. Ri rin yang bukan peminum softdrink dan pencinta kopi mendapatkan seorang Kekasih seperti Siwon yang coffieholic, ckckck. Dulu dia heran dan bingung sewaktu baru mengenal Ri rin. Ri rin bukan peminum kopi tapi di apartementnya selalu ada stok kopi. Akhirnya Haejin tahu kalau itu untuk Siwon kalau main ke apartement Ri rin. Hhhh ada-ada saja. Haejin kembali mengetikkan sesuatu.

CCL_LHJ<3: Jgn yg kopi

CCL_LHJ<3: Jus2an jg ada

❤ D’precious SiPut<3: Saia beli coklat nyamnyamnyamnyam

CCL_LHJ<3: Okkeeee

❤ D’precious SiPut<3: Naraaaa bbeeranngkat

❤ D’precious SiPut<3: Haejin syuting. Sm siapa aja?

CCL_KNR<3: Udah dibilangin, qu lagi ama Dongho, onniedeul sayang~

CCL_KNR<3: Hahaha, rejeki nggak boleh ditolak~

CCL_KNR<3: Apaan? .___.

CCL_KNR<3: Sinyal lola

❤ D’precious SiPut<3: Iyeee

CCL_LHJ<3: Sama joongki sama jung joori

CCL_KNR<3: Hee? -__-a

CCL_KNR<3: Sinyal parah gila

CCL_KNR<3: *banting hape

❤ D’precious SiPut<3: Ok nara

❤ D’precious SiPut<3: Haejin syuting di daerah mana?

CCL_LHJ<3: Yg jd rmh goo junpyo

CCL_LHJ<3: Tmpt golf gitu

❤ D’precious SiPut<3: Itu daerah mana y? -___-*butajalan*

CCL_LHJ<3: Wkwkwwk

***

Sekolah Nara..

 Nara asyik duduk santai dikantin sekolahnya bersama Dongho, dia menyeruput hot chocolate pesanannya sambil menunggu Ri rin datang menjemput dirinya.  Dari pembicaraan di chat mereka, sepertinya Ri rin akan mengajaknya untuk mengunjungi lokasi syuting Haejin. Yah, sudahlah..tak apa, toh dia sudah pulang sekolah dan apalagi mengingat bahwa onnienya itu akan beradu acting dengan Song Joongki, pria idealnya sepanjang masa setelah para member 2PM.  Tak ada salahnya ikut dengan Ri rin kesana.

  Matanya sesekali mengecek chat room mereka. Melihat kali saja Ri rin sudah sampai di sekolahnya. Walau dia benar-benar sudah kesal di ubun-ubun dengan Sinyal ponselnya yang sudah amat sangat Nista ditambah wi-fi di Sekolahnya mati (-______-).

Nara masih mengutuk Sinyal ponselnya dan Dongho hanya bisa tertawa kecil melihat ekspresi manyun gadis di hadapannya ini.  “Handphonemu error lagi, hah?”, tanya Dongho ringan.  Nara mengangguk dan mengetuk-ngetukkan handphonenya ke meja kantin dengan agak kencang, “Handphone jadul.  Maklumi sajalah~”, balasnya.

Dongho menyendokkan ice cream di atas wafflenya itu menuju mulutnya kemudian menguyahnya dengan nikmat, “Kenapa kau jarang menggunakan handphone LG Lollipopmu, kalau begitu?”

Nara terkekeh kecil dan memasukkan Blackberry 9000 berwarna putihnya itu ke dalam saku seragamnya, “Karena..LG Lollipop itu special.  Hanya untuk orang yang special”, ucapnya santai dan kembali menyeruput minumannya, “Yah, tak usah bicarakan hal itu.  Ngomong-ngomong, bagaimana kabar album barumu?”.

***

Ri rin akhirnya sampai di salah satu sekolah mewah dan terkemuka di Korea Selatan, Namsoon High School.  Sekolah yang diisi oleh kalangan elit dan mewah. Ia keluar dari taksi dan menyuruh supir untuk tetap menunggunya disitu. Semua makanan yang telah dibelinya tadi ditaruhnya saja di mobil. Ri rin pun masuk kedalam sekolah setelah tadi sempat bertanya pada security.

“Kenapa bukan dia saja yang menunggu diluar?”, batin Ri rin. Dibenahinya sedikit penampilannya yang berantakan. Tank top putih yang dilapis cardigan dongker serta syal yang melilit di lehernya dipadu dengan jeans abu-abu itu dirapihkannya sedikit. Dilepaskannya sunglass yang bertenger dihidungnya.

Saat mulai melangkah masuk perkarangan sekolah yang sangat luas inipun sudah membuat Ri rin pusing. “Tuhan masak aku harus nyasar lagi,” desahnya.

Beberapa mata  mulai menatapnya. Ri rin berusaha tersenyum ramah. Akhirnya Ri rin memutuskan untuk bertanya kepada siswa yang ada didekatnya. Dari pada dia harus pusing mencari letak kantin dimana.

Setalah mengetahui letak kantin, Ri rin segera melanjukan perjalanannya. Namun baru saja hendak berbalik, orang yang ditanyai Ri rin tadi memanggilnya. “Onnie..” katanya sedikit malu-malu.

Alis Ri rin bertaut. Namun senyum masih menghiasi wajah pucatnya. “Ya?” tanyanya.

“Boleh minta tanda tangannya?” Ri rin bingung, tanpa sadar dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Onnie Park Ri rin yang novelis itukan?” Siswi itu berharap-harap cemas kalau dia benar-benar tidak salah.

“Ah..yee,” kata Ri rin menjawab kikuk. Segera saja siswi dan beberapa temannya itu mengerebungi Ri rin. Sebuah ekspetasi diluar perkiraaan Ri rin -_____-. “Kwan Nara..!” batinnya.

***

Dikantin…

Nara masih asyik bercanda dengan Dongho. Dia juga sesekali melihat ke arah pintu kantin. Barangkali saja orang yang tadi katanya sudah sampai sekolahnya ini tiba-tiba muncul.

Nara bingung, rasanya 30 menit yang lalu Ri rin bilang sudah ada didalam ke sekolahannya. Tapi masak belum sampai disini?.

“Onnie, kau tidak nyasar kan?” (-________-) batin Nara.

Dongho yang memperhatikannya akhirnya bertanya lagi pada Nara. “Sebenarnya kau sedang menunggu apa, sih?”

“Ah..tidak apa-apa.” Jawab Nara asal dengan mata masih melihat ke arah pintu masuk kantin.

Tak lama objek yang di nantinya sudah masuk kekantin dan terlihat seperti mencari-carinya. Setelah menemukan keberadaan dia dimana, orang itu berjalan ke arahnya. “Umma!” panggil Nara sambil memeluknya.

Dongho yang awalnya merasa heran dengan kehadiran gadis asing ini, tiba-tiba langsung memuntahkan eskrim’nya lagi saat mendengar Nara memanggilnya dengan sebutan, ‘Umma’. Nara yang melihatnya langsung menepuk-nempuk bahu Dongho dengan semangat, maksudnya agar sedak Dongho hilang, namun yang ada Dongho malah semakin terbatuk-batuk (-______-). “Dongho-ya!  Gwenchanha?”

Ri rin yang melihatnya hanya menatap iba pada Dongho.

Setelah cukup –normal- kembali, Dongho langsung membungkuk kaku dan sangat formal pada Ri rin, Ri rin semakin heran. “Annyeonghaseyo, ahjumma..” Kata Dongho kaku. Ri rin dan Nara yang mendengarnya jadi bengong.

“Ahjumma?” Heran Ri rin

“Ahjumma?” Nara ikut heran juga. Sesaat kemudian dia langsung tertawa keras. Membuat Dongho semakin salah tingkah dan Ri rin jadi heran.

“Jadi kau menyangka dia benar-benar ibuku?” Nara menunjuk Ri rin pada Dongho, sambil tetap tertawa puas. Nara menarik Ri rin lebih dekat dan berdiri didepan Dongho. Wajah Dongho sudah semakin merah.

“Perhatikan baik-baik. Apa wajah ini mengingatkanmu pada seseorang?”kata Nara menaik-naikkan alisnya. Seperkian detik Dongho menepuk keningnya dan wajahnya benar-benar sudah tidak dapat diartikan lagi.  “Leeteuk Oppa~ Kau ingat, ‘kan?”, Nara memberikan sedikit clue untuk temannya itu.

“Nara aku duluan ya, ehmm Noona..maafkan aku,” kata Dongho terbungkuk-bungkuk sambil berjalan menjauh, sepertinya dia sudah menyadari kesalahannya. Nara hanya tertawa saja, “Ne, gomawo atas traktirannya, Dongho-ya!”

Pletak

Ri rin memukul kepala Nara. “Aw, onnie..” sungut Nara. Ri rin melihatnya ganas, “Teman?  Kau yakin itu hanya sekedar teman?” tanya Ri rin

“Onnie, dia adik kelasku~  Ayolah, aku sudah bosan dengan pertanyaan seperti itu”, kini Nara mengambil tas ranselnya dan menyampirkannya ke pundaknya, kemudian langsung menggaet lengan Ri rin, “Awas jika kau melaporkan hal macam-macam pada Cho Kyuhyun”, ancamnya.

“Ah? Tak ada gunanya memperhatikan kisah cintamu dengan si evil itu.  Aku bosan mendengar semua cerita kalian kalian”, celoteh Ri rind an membuat Nara segera mencubit lengan Onnienya itu.

“Ah sudahlah ayo kita cabut,” tanpa memberi penjelasan Nara langsung  saja menarik Ri rin untuk keluar dari kantin sekolahnya.

***

“Umma, berarti taksi ini harus mampir dulu kerumahku dong?”, tanya Nara. Ri rin kembali menautkan alisnya. “Untuk apa?” tanya Ri rin.

“Lah? Kita kan sekarang mau jemput Haejin onnie buat liburan…nah, sebelum kesana, ke rumahku dululah umma. Akukan tidak bawa apa-apa.”, ucap Nara dengan ceria. Melihat Reaksi Ri rin yang datar saja, Nara jadi bingung.

“Nara-ya, kau tidak sadar orang yang dihadapanmu ini lagi sakit? -____-..” jawab Ri rin datar. Entah apa dia yang kebanyakan makan obat atau memang hari ini orang-orang terjangkit bersamaan penyakit aneh. Masa dia sudah begitu dan suaranya sudah ‘bindeng’ alias sengau. “Nara tidak sadar atau mati rasa sih?”..desahnya dalam hati -______-.

“Kau sakit ya umma? Omo.” Dengan tampang sok polos sekarang Nara bertanya. Ri rin hanya berdoa pada Tuhan agar dia tak diberi penyakit jantung atau diberi kesabaran yang lebih saja zzz.

“Geraham bungsuku mau tumbuh jadi gusinya bengkak ditambah aku juga batuk dan flu,” Ri rin menjelaskan. Nara hanya membentuk O dibibir kecilnya.

“Cih, kau ini onnie, Siwon oppa membaik sekarang kau yang sakit..ckckkc kalian sok sehati deh, “ cibir Nara. Ri rin sudah gemas saja dibuatnya. Dasar evil, batin Ri rin.

“Ya sudah jadi ini kita langsung ke tempat Haejin onniekan. Dia syuting dimana hari ini?” tanya Nara. Taksi terus melaju. “Katanya di daerah rumah Goo Jun Pyo itu loh Nara.” Jawab Ri rin.

“Dimana?” Nara bertanya lagi namun membuat Ri rin membelalak.

“Kau juga tida tahu daerahnya?”.

Nara menggeleng, “Omo. Aku juga tidak tahu..otte?”

Ri rin jadi panik.

“Ah tenang sopir taksi ini pasti tahu.”, ucap Nara dengan gaya sok tahu.

Kemudian Sopir taksi itu pun menghentikan taksinya dan menoleh, “Agashi..ehm sebenarnya saya juga baru pindah disini..” Pelan Suara Sopir taksi itu. Nara dan Ri rin mengangga, “Lalu kenapa sudah jalan saja!” Iblis Nara keluar. Sopir itu tersenyum kaku.

“Tadikan saya disuruh jalan. Ya sudah jadi saya kemudikan..” begitu polosnya menjawab. Ri rin menghempaskan tubuhnya ke jok mobil. Nara meremas kepalanya. Sopir taksi itu terdiam.

“Masa tema hari Nyasar?!” frustasi Ri rin.

***

Haejin yang baru menyelesaikan beberapa take duduk beristirahat sambil menanti kedatangan Nara dan Ri rin. Seharusnya 1 jam yang lalu mereka sudah sampai. Tapi entah kenapa sampai sekarang mereka belum sampai juga. Ponsel Nara habis baterai. Ri rin belum memberi kabar kepadanya. Katanya tadi batrenya juga sekarat zzz -______-.

Ditemani Joongki yang juga sedang beristirahat. Mereka saling mengobrol  sekaligus agar lebih mudah lagi untuk berinteraksi.

***

Akhirnya setelah hampir 2 jam, Ri rin dan Nara sampai juga dilokasi syuting. Kru disana menyapa mereka dengan antusias. Apalagi Nara, ternyata banyak juga yang menjadi fansnya yang adalah beberapa kru disana. Tentu saja mereka mengenal Nara karena aktifitasnya yang kini sedang menjalani syuting We Got Married bersama Kyuhyun.

“Kau lebih terkenal daripada aku”, ucap Ririn sambil menyenggol lengan Nara yang sedang menandatangani beberapa lembar kertas dari staff di lokasi syuting itu.  Nara langsung mendelik tajam kearah Ri rin dan mendesis cepat, “Haruskah kubocorkan bahwa seorang Park Ri rin adalah kekasih dari seorang Choi Siwon, supaya kau bisa menjadi lebih terkenal daripada aku, Park Ri rin-ssi?”, tanya Nara dengan tajam dan langsung membuat Ri rin kelabakan sehingga membungkam mulut Nara dengan tangannya, “Ya!  Kwan Nara!”

“Onnie!  Nara-ya!!”, tiba-tiba saja seorang gadis melambai ceria kearah mereka berdua.  “Sini!  Disini!”, serunya lagi sambil menunjuk ruang kosong disampingnya.  Nara dan Ri rin langsung menoleh cepat dan detik berikutnya, senyuman lebar langsung mengembang di bibir mereka berdua.  “AAAAAA!!!”, teriak mereka berdua sambil berlari menghampiri ke tempat yang ditunjukkan oleh gadis itu.

“Onnie!  Nara-ya!”, gadis yang ternyata adalah Haejin itu langsung merentangkan tangannya dengan lebar, seakan berniat untuk memeluk kedua sahabatnya itu.  Namun ternyata Ri rin dan Nara malah berlari melewatinya begitu saja, tanpa mempedulikan posisi tangannya yang terkembang lebar.  “Hah?!”, Haejin langsung bingung sendiri saat mereka berdua kini malah berhenti di depan seorang pria yang sedang membaca script miliknya.

“Joongki Oppa!  Saat terakhir kali bertemu denganmu di Running Man, aku belum sempat meminta tanda tanganmu”, ucap Nara dengan semangat sambil merogoh isi tasnya dan langsung mengeluarkan buku catatan dan juga pulpen coklat kesayangannya, meminta tanda tangan Joongki.  Sedangkan Ri rin langsung memotret Joongki dengan penuh konsentrasi, “Ya!  Nara-ya, kau menghalangi foto Joongki’nya”, seru Ri rin sambil mendorong tubuh Nara untuk menjauh dari Joongki.

“Ya!!”, Haejin langsung menjitak kepala Nara dan Ri rin, “Jangan ganggu Joongki Oppa!  Dia sedang menghapalkan script”, ucap Haejin dengan gemas.  Nara dan Ri rin hanya bisa mengelus kepala mereka sambil mengaduh pelan, “Onnie~ jahat sekali. (T.T)  Kapan lagi aku bisa bertemu dengan Joongki Oppa?”, rujuk Nara sambil tetap mencoba melirik kearah Joongki yang terkekeh pelan.  Ri rin juga meringis kecil, “Pelit sekali kau, Haejin-ah”.

Haejin mendecak kecil, “Aku yang bertanggung jawab menjaga kalian atas nama evil dan kuda”, ucapnya dan menarik tangan Ri rin dan Nara untuk menjauh dari Joongki, “Ayo kita ke kafetaria saja, dan jangan ganggu Joongki Oppa”.  Ri rin hanya mendesah kecewa karena kesempatannya untuk melihat Joongki dari dekat kini hanyalah harapan semu, sedangkan Nara?  Dia malah tetap bersikeras tak mau beranjak dari tempatnya, sengaja tak ingin jauh dari Joongki.  “Unnie~!  Sebentar lagiiii~”, rengek Nara, “setidaknya biarkanlah aku minta tandatangannya dulu~” (-____-)

Setelah mendapatkan tanda tangan plus foto bersama dengan Joongki, akhirnya kini mereka bertiga sedang berada di kafetaria yang ada di lokasi syuting.  Ri rin mengeluarkan isi dari kantung belanjaan yang ia bawa sebelum menjemput Nara barusan, “Ini lollipop cola pesananmu, Haejin-ssi”, ucap Ri rin dengan nada yang dibuat-buat sambil memberikan sebungkus lollipop cola itu pada Haejin.

“Yaiy~ gomawo, onnie!  Park Ririn jjang!”, seru Haejin dengan riang.  Nara menengadahkan tangannya kearah Ririn, “Untukku, Umma?”.  Ririn mendengus kecil dan menyerahkan sebatang coklat kesukaan maknae mereka itu, “Untung saja aku ingat padamu”, ucapnya saat Nara dengan semangat langsung membuka bungkus coklatnya.

“Jadi..”, Haejin mendesah kecil dan menatap kedua sahabatnya itu, “Apa tujuan kalian datang kesini?  Bukan hanya sekedar ingin menjengukku, ‘kan?”, tanyanya.  Nara mengunyah coklatnya dengan tergesa dan menjawab cepat, “Tentu saja ingin melihat SONG JOONGKI!”.

Ri rin menjitak kepala Nara, “Ya, seriuslah Nara-ya..”.  Nara manyun.

“Kami..sedikit khawatir”, ucap Ririn dengan nada ragu.  Haejin mendengus kecil, mulai mengerti arah pembicaraan mereka.  Pasti tema kali ini tak akan lepas dari pria itu ‘kan?

“Jangan ungkit tentang dia lagi, tolong..”, ucap Haejin sambil memainkan ujung tongkat permen lollipopnya di atas meja kafetaria.  Nara hanya bisa diam sambil mengemut coklatnya, untuk kali ini dia masih belum bisa bicara apa-apa karena status maknae yang disandangnya, untuk sekarang..biarkanlah Ririn, -selaku yang tertua diantara mereka- yang menjelaskan segalanya.

“Haejin-ah, aku paham betul dengan segala hal yang kau rasakan sekarang.  Tapi..pikirkanlah baik-baik tentang keputusan itu.  Kalian sudah melalui semuanya bersama selama beberapa tahun kebelakang.  Kau seharusnya ingat bagaimana pengorbanan, waktu, dan kebahagiaan yang kalian rasakan berdua”, jelas Ririn.

“Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang.  Dan akhir dari semua pikiran itu..adalah hal yang kuambil sekarang”, ucap Haejin, masih mencoba mengatur emosinya.  “Tolong jangan bujuk aku lagi.  Bebanku sudah cukup berat untuk memilih keputusan ini”.

Ririn mendesah bingung, jika Haejin sudah mulai ‘ngeyel’ seperti ini maka tak ada yang bisa mengubah pendiriannya, bahkan dengan segala ucapan bijaknya.  Akhirnya Ririn menyenggol lengan Nara yang sedang memakan coklatnya dengan santai, seakan meminta bantuannya untuk membujuk Haejin supaya bisa segera berdamai dengan kekasihnya, Lee Donghae.  “Bujuk dia~”, bisik Ririn pada Nara.

Nara mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.  Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah album foto berukuran mini.  Tertera tulisan ‘ChoChoiLee’ di cover depannya.

“Haejin Onnie, lihat ini..”, ucapnya seraya membuka halaman pertama dari album itu dan menunjukkannya pada Haejin.  Di halaman pertama itu sudah terpampang foto Kyuhyun, Donghae dan Siwon yang sedang menjalani syuting CF Pepsi dalam masa promosi SJM beberapa tahun yang lalu.

Haejin menatap foto itu dengan tatapan nanar, “Nara-ya, keumanhae..”.  Ririn segera menggenggam tangan Haejin, “Dengarkan dia dulu, Haejin-ah”

“Ini..Choi Siwon, kekasih Park Ri rin”, ucapnya sambil menunjuk foto Siwon yang ada disitu, seakan tak mendengar ucapan Haejin barusan. Jari Nara beralih dari foto Siwon ke foto pria lain, “Ini..Cho Kyuhyun, kekasih Kwan Nara”.  Kini jarinya menunjuk kearah pria terakhir yang tengah tertawa puas bersama Siwon dan Kyuhyun, “dan ini..Lee Donghae, kekasih Lee Haejin”.


“Iya ‘kan, Onnie?”, tanya Nara sambil membuka lembaran album lainnya.  “Tak ada yang bisa diubah tentang itu”

Di lembaran lain itu, banyak foto Nara, Haejin, dan Ririn yang mengambil selca bersama di berbagai moment.  Saat Ririn berhasil mencapai kesuksesan dengan novel barunya, saat  Felidis mendapatkan mutizen di Inkigayo, dan saat Nara berhasil mendapatkan beasiswanya di Seoul University.  “Kita..berada di dalam arena yang sama.  Kita bertiga memiliki cerita cinta yang sama karena ketiga pria itu.  Kita bertiga..harus berjuang bersama”, ucap Nara dengan suara lirih, mencoba menahan emosinya. “Dan jika kau mundur dari cerita ini, bagaimana dengan nasib kami berdua?”

“Nara-ya, kau tak paham bagaimana perasaanku.  Masalahku dengannya ini lebih rumit dari yang kau bayangkan”, ucap Haejin sambil memijat dahinya yang tiba-tiba terasa berputar cepat dan membuatnya mual.  “Masalahku ini bukan hanya sekedar perjuangan atau pengorbanan.  Ini lebih rumit dari itu, Nara-ya”

“Haejin-ah..”, Ririn menyela ucapan Haejin dengan nada gusar, “Sampai kapan kau akan kekanakkan seperti ini?”

“Onnie, kau tak paham.  Hanya aku yang paham segala tentangnya”, balas Haejin dengan sedikit geram, karena tuduhan tak beralasan dari Onnienya itu.

Ririn mendengus kecil, “Keurae, aku tak paham apapun tentang Lee Donghae, begitupun dengan Nara.  Kami berdua sama sekali tak paham tentangnya, tapi kami paham semua tentangmu, Lee Haejin”, jelas Ririn.

“Tapi, 7 tahun menyimpannya diam-diam dan menjalaninya bersama selama 1 tahun bersama. Bukanlah mudah untuk merubah pribadi dan perasaan seseorang Haejin-ah. Jika kau benar mengenali seorang Lee Donghae. Pasti kau memahami sesuatu dari dirinya jauh dari pada aku atau yang lain mengerti dirinya. Just wait and see sis.”

  Nara masih diam dan menatap lurus kearah pintu dibelakang Haejin dengan tatapan kosong, seakan tak ingin mengganggu forum kedua onnienya itu.  “Kami sangat paham tentangmu, Haejin Onnie.  Amat sangat paham”, gumam Nara pelan.

Haejin mendesah dengan berat, “Keumanhae, jebal.  Aku masih ada syuting setelah ini. Tolong jangan hancurkan konsentrasiku”.

Ririn mengelus kepala Haejin dengan lembut,  “Kau mengenalnya dengan baik.  Kau pasti tahu mengenai perasaanya yang sesungguhnya.  Kau pasti tahu saat dia mengatakan hal dengan kejujuran atau dengan kebohongan, Haejin-ah.  Dan aku yakin, dia menyembunyikan satu hal yang lebih berat dibandingkan dengan hal yang sedang kau pikirkan sekarang.  Satu hal yang membuatnya memilih untuk menyembunyikan segalanya darimu, Haejin-ah”.

Haejin menyeka air mata yang mengalir pelan dari sudut matanya, “Cukup..”

“Aku tahu rasanya, Onnie.  Amat sangat tahu.  Jangan kau kira karena aku dan Kyuhyun selalu terlihat bertengkar, maka aku tak pernah merasakan apa yang kau rasakan”, ucap Nara sambil memakan kembali potongan coklatnya dengan tenang.  “Dan aku tahu bahwa Donghae Oppa bukan seseorang yang pengecut seperti yang kau pikirkan saat ini.  Mereka bertiga itu –Kyuhyun, Siwon, Donghae- adalah sama.  Terkadang menyembunyikan hal yang mengandung resiko besar demi tak membuat kita khawatir tentangnya”.

“Berikan aku waktu.  Semuanya terlalu sulit untukku..”, ucap Haejin sambil mengatur nafasnya dengan mati-matian supaya air matanya tak berubah menjadi isakan kencang yang akan mengundang kecurigaan dari staff lainnya.

Ririn tersenyum kecil dan makin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Haejin sedangkan sebelah tangannya menggenggam tangan Nara. Tidak banyak yang ingin dia biacara lagi. Karena dia, Nara serta Haejin perna merasakannya sebelumnya. Ada yang butuh waktu yang cepat dan ada juga butuh yang waktu yang perlahan untuk memahami apa yang terjadi, untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala. Tidak mesti seperti semula, cukup menjadi lebih baik saja. Semuanya hanya butuh waktu dan prosesnya saja.

 “Yang ingin aku sampaikan hanya satu. Kalau diantara dari kita memang tidak ada yang berjodoh hingga ke pernikahan, apa itu aku dan Siwon atau Nara dengan Kyu, begitupun kau.. cukup kalian tahu tidak ada yang berubah kalian tetaplah adikku”. Ucap Ririn dengan tenang.

Nara mengangguk kecil dan ikut menggenggam sebelah tangan Haejin yang lain, sehingga kini kedua tangan mereka bertiga saling terkait erat. Ririn melanjutkan ucapannya, “Kita memang dipertemukan Tuhan melalui kekasih masing-masing. Bila pada akhirnya kita memang tidak digariskan untuk bersama pasangan kita sekarang, kuharap tidak ada yang berubah. Kita tetap menjadi teman dan saudara”

Nara terkekeh kecil dan segera mengelus tengkuknya dengan merinding, “Aigoo~ kenapa kita jadi mellow seperti ini? Membuatku merinding saja~”, ucapnya dengan polos dan membuat Ririn dan Haejin segera menjitaknya dengan gemas, “Ya!  Kau merusak suasana saja, Nara-ya!”

“Hehehehe~”

***

Kita memang dipertemukan Tuhan melalui kekasih masing-masing. Bila pada akhirnya kita memang tidak digariskan untuk bersama pasangan kita sekarang, kuharap tidak ada yang berubah. Kita tetap menjadi teman dan saudara”

Ya, memang seharusnya begitukan?

***

~~~~~FIN~~~~~

Iklan

19 thoughts on “{ChoChoiLee} Everything gonna be ok! right? ‘cuz you’re not alone ^^

  1. hiks hiks…*hapusaermata slurrppp *isepingus

    hmmmm…..daebak! DAEBAK!!!

    ririn onnie dan nara, bener2 dehh…gag rugi bget udah baca dan masuk kedunia kalian,…dunia kalian unik…aku sukaaaa…..boleh ikutan gag?? hehehe

    haejin onnie,,,hwaiting!!!!!…….
    ayo,…..
    semuanya pasti ada alasannya….

    #kick ikan-kuda-evil

    hugkiss mput onnie, icha, nisyaonnie

  2. jumat kmrn ud sempet publish kan? tp blm ku baca ud ngilang aj
    masih sama kah?

    persahabatan ccl manis bgt
    sahabatan krn pcr msg2, mlh lebih deket
    itulah gunany sahabt bs slg melengkapi, mendukung bkn mghakimi klo ad masalah ^_^

  3. sahabat itu seperti bintang, dia ada walau gak keliatan. .
    Terharu sama persahabatan chochoilee, pastinya icha, mput onn, sma nisya onnie. .
    Saling menguatkan satu sama lain. .
    Aku sbnrnya kalo diposisi haejin jga bakalan gtu. .
    Galau ampe berhari2. .
    Tp fighting haejin-ah!!! Smua pasti ada penyelesaiian terbaik!!!
    Pasti di dorm banjir bandang, badai laut, tsunami dll .___.v

  4. Annyeoong CCL…..
    sebelum ngoment aku ngenalin diri dulu
    Vitha Imnida 18 y.o…..

    minhaeeee……aku baru ngoment….HIKS aku sedih banget…JINHAE itu salah satu couple fav aku tapi klo memang satu sama lain gak bisa disatuin lagi…aku pasrah aja deh…..
    tapi deep in inside in my heart Lol…aku ngarep bgt JINHAE couple bisa berrsatu lagi…bisa skinship lagi#plakkk*abaikan*

    sumpaaaaaahhhhhhhhhh…meski pasrah tapi tetap gak rela kalo JINHAE gak bisa bersatu lagi HIKS….
    JEBALLL NIsya……pikirkan lagi baik2….
    JEBAL JEBAL….
    HUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
    T_T……
    maappin yak..meski aku sedih BANGET klo JINHAE bubar tapi aku usahain bakal tetap lapang dada nerimanya..
    karena aku sendiri belum bisa posisiin diri aku di tempatnya Nisya….
    yang penting CHOCHOILEE tetap eksis didunia FF..aku tetap seneng….

    CHOCHOILEE aza aza fighting…. 😀

    sekian koment dari aku…..gak kuat…HIKS*abaikan*

  5. ini aku udah komen di tempat nara onn ternyata si istri kuda juga publishhhh
    auwoooooo *tereak tarzan* *plakk*
    diriku terharu dengan kalian bertiga *lap ingus*
    kakak ipaaaarrrr ku doakan yang terbaik asal tidak menyerong .__. *ketar ketir baca sms*
    jangan lama2 jadi jandanya #plakk

  6. Hiks…hiks.. SROOOOT.. knapa jd kyk gini….
    CCL tanpa donghae ma haejin bukan CCL lagi……..
    Donghai tanpa haejin itu ibarat ikan asin tanpa sambal * tabok*
    Ibarat sy tanpa… tanpa..tanpa.. teuki *Kicks*
    Donghai, Haejin ayolah…., c’mon …..please….jebal…. jangn bubar doooong!!!!!!!!!!!
    Jadi inget masa lalu waktu kuda putus ma jumma ririn *jumma ririn jgn marah ama sy dibilang jumma, aye cuman ngikutin dongho*
    *sigh* nyesek bacanya…….
    pokonyamah CCL HWAITING…..

  7. Nisya onn smngt ya,JinHae pasti bisa mnghadapi semua ini.,jgn gara2 sunye aja gtu,,emg hae itu dr lahir udh bawaan playboy maka hny haejin yg ngerti dan cocok ama ikan..

  8. nah kan….
    Yang tua itu siapa?? Ikut nyasar toh !! Di skolaan nara aja nyasar… Fufufu

    wuw…. Friendship is more presious than love. Kalo ga jodoh yawdah… Tar jg ‘balik’ sendiri (?). Hehehe

  9. Suka ama ff ini, nilai p’sahabatanny ak suka (y)
    Aigooo park ri rin-ssi -__-” malu ah pake nyasar2 gtu /plak
    Kyaaaa ada JOONGKI OPPA (?)

    Jgn dpaksain, klo haejin brat blik lagi ama hae, yasud jgn dpaksain, dr pd dpaksain, nanti bakal timbul mslh yg lbh besar lagi, klo ga bisa lanjut pcaran, msh bisa temenan kan, ngjalani pacaran dgn t’paksa itu ga bagus, menyiksa diri sndr *sokbijak*

  10. hikd hikd hikd…waktu baca yang tepian hati sampek nyesek… yang ni malah bikin galau, napa gak baikan aja sich…doaku menyertaimu haejin onnie, jangan tinggalin ikan donk…kasian..
    buat persahabatan chochoilee mah acungin jempol, earat banget, pengen punya sahabat kayak gitu… amin,,,
    sukses selalu aja…

  11. bru sempet baca…. huaaaaa friendship never die… jangan jadi ga temenan lagi krna putus sama pasangan masing”… tapi… please Haejin jngan putus dlu sama Donghae yaaaaaa??? biarin aja gosipnya Donghae sama Sunye… tapi kan Donghae cintanya ma Haejin… ayolahhhhh… hwaiting Haejinnnn!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s